Malang - Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP)
Universitas Brawijaya (UB) Malang menciptakan alat pendeteksi bakteri
Salmonella dalam kandungan bahan makanan yang diberi nama Pilator.
Menurut salah seorang penemu Pilator FTP UB, Maria Florencia Puspitasari
Schonherr, sebagaimana test pack kehamilan, detektor bakteri Salmonela karya
mahasiswa FTP ini juga menerapkan prinsip biosensor.
"Sebenarnya prinsip yang kami gunakan sejenis dengan test pack kehamilan,
hanya saja jika test pack kehamilan menunjukkan hasil berbentuk garis, alat
kami ini menunjukkan perubahan warna," kaatnya di Malang, Jawa Timur,
Kamis.
Penggunaan Pilator ini tidak memerlukan pengujian yang rumit maupun alat mahal.
Hanya dengan meneteskan sampel ke alat akan terdeteksi apakah pada bahan pangan
tersebut mengandung Salmonella atau tidak.
Namun demikian, hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium itu menunjukkan
bahwa alat ini terbukti cepat dan akurat. Keakuratan dari teknologi ini
dipastikan dengan melakukan uji selektivitas, uji LOD, dan uji linieritas.
"Kami optimistis alat ini bermanfaat di masyarakat. Sebab deteksi
Salmonella praktis seperti Pilator yang berbahan dasar kertas saring whatman #1
berukuran 5 x 3 x 1 cm ini bisa dibilang merupakan yang pertama di
Indonesia," katanya.
Umumnya, lanjut Maria, deteksi Salmonella harus dilakukan di laboratorium atau
menggunakan metode lain yang terbilang mahal dan lama karena kerumitannya.
Tetapi, alat ini sangat praktis dan efisien, hanya tinggal meneteskan sampel
dan dapat langsung diketahui hasilnya dalam 1-2 menit.
"Ke depan Pilator ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak,
khususnya mereka yang bertanggung jawab terhadap keamanan pangan. Sehingga
keamanan pangan di Indonesia benar-benar terjamin dan dapat meminimalisasi
terjadinya foodborne disease," urainya.
Selain Maria, ada empat mahasiswa FTP lainnya bergabung dengan tim penemu alat
deteksi Salmonela tersebut, yakni Sri Mursidah, Ani Masruroh, Rika Anisa
Anggraeni, dan Yunita Khilyatun Nisak.
Salah satu bakteri yang acapkali menjadi penyebab kasus foodborne disease
adalah Salmonella yang dapat menyebabkan beberapa gejala, di antaranya
gastroenteritis, demam enterik seperti demam tifoid dan demam paratifoid.
Terjadinya foodborne disease karena adanya bakteri patogen pada makanan, dan
kemudian dikonsumsi, sehingga menyebabkan penyakit yang mengganggu kesehatan
tubuh manusia.






0 komentar:
Posting Komentar